Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 208 dalam Mafâtih al-Ghayb Karya ar-Razi (1)*

Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 208 dalam Mafâtih al-Ghayb Karya ar-Razi (1)*

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (al-Baqarah: 208)

Ar-Razi mengatakan:

Ketahuilah bahwasanya setelah Allah Ta’ala menghikayatkan tentang orang munafik yang berjalan di bumi untuk membuat kerusakan di dalamnya dan membinasakan tumbuh-tumbuhan dan ternak, Dia memerintahkan orang-orang mukmin dengan yang sebaliknya, yaitu menyesuaikan (muwâfaqah fî) dengan Islam dan syariah-syariah-Nya. Allah berfirman:

{Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.}. Tentang tafsir ayat ini adalah beberapa persoalan:

Persoalan Pertama, Ibnu Katsir, Nâfi’, dan dan al-Kisâ`î membaca {al-Salmi} dengan memfathahkan huruf sîn. Hal ini seperti pada firman Allah: {wa in janahû li al-salmi} [al-Anfâl:61] serta Firman-Nya: {watad’û ilâ al-salmi} [Muhammad:35]. ‘Âshim, menurut riwayat Abû Bakr bin ‘Iyâsy, membaca {al-silmi} dengan mengkasrah sîn fî al-kasili. Hamzah dan al-Kisâi membacanya dengan mengkasrah sîn hanya pada ayat di al-Baqarah ini, serta membaca kasrah sîn pada surat al-Anfâl dan surat Muhammad. Sementara itu dzâhibûn berpendapat bahwasanya kata tersebut memiliki dua logat, yaitu dengan kasrah dan fathah pada sîn, seperti rathl dan rithl, jisr dan jasr. A’masy membacanya dengan fathah pada sîn dan lâm.

Persoalan Kedua, asalnya kalimat ini min al-inqiyâd. Allah Ta’ala berfirman: {idz qâla lahû aslim qâla aslamtu liRabb al-‘âlamîn} [al-Baqarah:131]. Dan Islam hanya dinamakan Islam dengan makna ini karena dalam al-shulh (perdamaian) masing-masing pihak yunqâdu kepada temannya dan tidak berselisih di dalamnya. Abû ‘Ubâdah berkata: ada tiga logat tentang ini: al-silm, al-salm, dan al-salam.

Persoalan Ketiga, di dalam ayat ini ada kemusykilan, yaitu bahwa banyak mufasir membawa makna al-silm kepada Islam, sehingga ayatnya menjadi: {Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan}. Sedangkan iman adalah Islam. Dan telah diketahui bahwa hal itu tidak boleh. Karena persoalan ini para mufassirin dan semacamnya menyebutkan tafsir ayat ini:

Pertama, bahwa maksud ayat ini adalah orang-orang munafik, sehingga tafsirnya mejadi: Hai orang-orang yang beriman hanya dengan mulutnya, masuklah kamu dengan keseluruhannya dalam Islam, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan, yaitu mengikuti tazyînah dan tipu dayanya dalam berdiri di atas nifâq. Yang menyatakan tafsir ini berhujah tentang kesahihannya dengan (menyatakan bahwa) ayat ini datang setelah sebelumnya menyebutkan orang-orang munafik, yaitu firman Allah: {wamin al-nâs man yu’jibuka qawluhu} [al-Baqarah:204]. Setelah menyifati orang munafik dengan sifat yang telah disebutkan, di dalam ayat ini Allah menyeru kepada iman dengan kalbu dan meninggalkan nifâq.

Kedua, bahwasanya ayat ini turun berkenaan dengan sekelompok muslimin dari ahli kitab seperti ‘Abdullâh bin Salâm dan teman-temannya. Hal itu karena setelah mereka beriman kepada Nabi a.s. mereka masih mengagungkan syariat-syariat (Taurat): mengagungkan hari Sabtu, membenci daging dan susu onta dan, serta mengatakan: “Meninggalkan itu semua mubah di dalam Islam dan wajib di dalam Taurat, maka kami meninggalkannya sebagai kehati-hatian.” Allah Ta’ala membenci hal ini serta memerintahkan mereka masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, yaitu ke dalam syariat-syariat Islam secara keseluruhan dan tidak berpegang sedikit pun dengan hokum-hukum Taurat baik secara i’tiqâd (keyakinan) maupun amal, karena telah dimansukh. { dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan} dengan tetap berpegang pada hokum-hukum Taurat setelah kalian tahu telah dimansukh. Orang-orang yang mengatakan hal ini menganggap kata {kâffah} sebagai sifat dari al-silm, seakan-akan dikatakan: masuklah ke dalam seluruh syariat-syariat Islam baik keyakinan maupun amal.

Ketiga, bahwa seruan ini mengenai Ahli Kitab yang belum beriman kepada Nabi a.s. Firman-Nya: {hai orang-orang yang beriman}, yaitu dengan kitab sebelumnya {masuklah kalian ke dalam Islam secara kâffah}, yaitu sempurnakan ketaatan kalian di dalam iman. Itu dilakukan dengan kalian beriman kepada seluruh Nabi-Nabi-Nya, kitab-kitab-Nya. Maka masuklah kalian ke dalam Islam secara sempurna dengan iman kalian kepada Muhammad a.s., kepada kitabnya, dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak setan dengan memandang indah dalam melakukan iqtishâr terhadap aturan-aturan Taurat disebabkan ia adalah aturan yang mereka semua sepakati bahwa hal itu adalah kebenaran sebab ia ada di dalam Taurat: “Berpegang teguhlah kepada hari Sabtu selama masih ada langit dan bumi.” Dengan susunan seperti itu, maksud dari langkah-langkah setan adalah syubhat-syubhat yang mereka pegang di dalam syariat yang tersisa itu.

Keempat, seruan ini mengenai kaum Muslimin {hai orang-orang yang beriman} dengan mulut {masuklah kalian ke dalam Islam secara kâffah}, yaitu tetaplah di dalam Islam selama umur yang masih berlanjut dan janganlah keluar darinya dan dari sedikitpun syariat-syariatnya. {dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak setan}

*Diterjemahkan dari kitab teks Mafâtih al-Ghayb di situs www.altafsir.com. Sebagai seorang yang masih belajar bahasa Arab, tentu saya masih banyak kelemahan dalam menerjemahkan. Saya berharap, ini bisa menjadi pintu masukya saran dan kritik membangun untuk terjemahan selanjutnya.

About these ads

3 responses to this post.

  1. tolong jelaskan arti kaffah dalam ayat tersebut? apakah kaffah tersebut hukumnha tegas? berarti kita harus berislam secara menyeluruh artinya kita harus menerapakan syariah islam dalam kontek menyeluruh mencakup negara,politik, ekonomi?

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.798 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: