Nasyiah Serukan Tolak BLT dan Tinjau Kembali Kenaikan BBM

Machhendra Setyo Atmaja

Kamis, 29 Mei 2008

Yogyakarta- Berbeda dengan Pemuda Muhammadiyah yang menerima kebijakan pemerintah yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Nasyiah serukan pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan menaikkan harga BBM.

Seruan peninjauan kembali kebijakan menaikkan BBM oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah tersebut, ditambah dengan penolakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai konpensasi dicabutnya subsidi BBM. Dalam seruan Nasyiah yang tertuang dalam pernyataan sikap PP Nasyiah terkait dengan kenaikan harga BBM dan program BLT tersebut, ditandatangani oleh ketua PP Nasyiah, Evi Sofia Inayati, dan sekretaris umum, Wisiyastuti. Dalam pernytaan sikap tersebut juga diungkapkan beberapa alasan mengenai seruan peninjauan kembali kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM diantaranya, mengenai ketidakmampuan pemerintah dalam meninjau ulang kontrak eksplorasi minyak yang saat ini 85% dikuasai asing. Dampak berantai dari naiknya BBM juga menjadi alasan untuk seruan ditinjaunya kembali keputusan mencabut subsidi BBM, karena dengan naiknya BBM, beban rakyat untuk memenuhi kebutuhan dapur serta transportasi juga akan meningkat drastis.

Program BLT juga dianggap oleh Nasyiah, sebagai program yang kurang mendidik dan hanya menjadikan bangsa Indonesia mempunyai mental peminta-minta, ditambah dengan konpensasi yang hanya Rp100.000,-, dianggap tidak akan berarti, dengan naiknya kebutuhan masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Penolakan IRM dan IMM

Seperti diberitakan sebelumnya, Ikatan Remaja Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah juga menyerukan untuk menolak kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM, yang tertuang dalam seruan bersama empat angkatan muda NU dan Muhammadiyah tanggal 19 Mei 2008 di Bogor. Dalam seruan angkatan muda NU dan Muhammadiyah, kebijakan menaikkan BBM oleh pemerintah dianggap tidak tepat, karena masih banyak alternatif yang dapat diambil oleh pemerintah, seperti penjadwalan kembali hutang Indonesia yang hampir menyedot separuh dari APBN, serta peninjauan kembali kontrak karya pertambangan yang nilainya lebih dari cukup untuk mensubsidi BBM. (mac)

source: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1153&Itemid=2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: