Khitbah Tak Melalui Wali

Assalamu ‘alaikum…

Tadi malam ketika dalam perjalanan ke Jogja bareng dik Ii, sekitar setengah sembilan saya dapat sms dari mas Danang:

Asslmlykm. Siapa nich yg mau khitbah tanpa melalui wali?

“Hah, kok beliau tahu? Siapa ini yang menyebarkan? Perasaan hanya orang-orang tertentu yang saya kirimi pertanyaan mengenai hal itu.” Begitu batin saya. Saya memang pernah mengirimkan pertanyaan tentang hal itu ke ustadz Shiddiq dan mas Toif. Karena belum tahu apa yang terjadi, maka saya kirim jawaban singkat:

‘iykm alslam,,

hee..

sy belum akan mas.:-)

Ternyata beliau balas lagi:

Wah. Cuman ngetes ust siddiq nih. Sy ambil disitusnya beliau, mrs kenal no hp penanya, sy kira serius+brani mo khitbah lgsg je.., gak taunya cm mo ngetes he5

Nah lho, ustadz Shiddiq sudah menjawab pertanyaan saya? Tidak seperti biasanya, saya tidak ingat beliau pernah membalas pertanyaan itu via sms. Padahal kalaupun dijawab di situs, beliau juga menjawab secara singkat ke nomor saya. Makanya saya baru tahu.

o…

sy baru tau ini. sy pikir Ustadz Shiddiq tdk akan jawab. itu pertanyaan sdh cukup lama. pas lg ‘nyala’. skr sdh reda. ah, ustadz Shiddiq jwbny telat. hee..

mas Danang:

Msk anak muda br nyala sdh padam?? Iya sdh ada di situsnya beliau. Jawabnya boleh. Hayo mau apa lg? Kyknya kalau sdh tahu tggl pmbuktianyadeh. Atau tanya2 lg?

“Ya, iyalah, perlu tanya lagi ke orang bersangkutan, mau tidak dikhitbah. Tentang kapannya yang belum tahu.” Begitu kira-kira respon saya.

Masih saja beliau balas. hehe, kali ini anak sulung beliau dibawa-bawa. Ah, jadi malu…

Ya emang gitu.

Hammam skrg sdh msk play group. Kdg jg takut gitu, trus cm nanya2. Apa lg nanya anak org ya?? Kayaknya  tkut2nya lbh byk yaa? Iqbal jg tkt2 je..py

hehe, karena kehabisan jurus, saya cuma balas:

hmm,,

ndak bs komentar lg deh kl bandingannya Hammam.:-)

Nah, di bawah ini sms balasan terakhir dari mas Danang. Selanjutnya, di bawahnya lagi silakan nikmati penjelasan ustadz Shiddiq di situs beliau http://www.khilafah1924.org tentang khitbah tanpa melalui wali dari pihak perempuan.

Ya, km tunggu sj kabar berikutnya. Semoga Allah mudahkan semua harapan dan cita2 antum. Smoga smua diberi yg terbaik dgn jalan termudah. Amin.

Aamiin.

MENGKHITBAH LANGSUNG TANPA MELALUI WALI

Tanya :

Kalau seorang laki-laki meminta seorang wanita untuk menikah dengannya tanpa melalui wali si wanita itu, apakah sudah termasuk khitbah? Apa hukumnya? (081328473234)

Jawab :

Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu diketahui lebih dahulu pengertian khitbah (melamar / meminang). Dalam kitab Al-Khitbah Ahkam wa Adab karya Syaikh Nada Abu Ahmad hal. 1, pada bab Definisi Khitbah (Ta’rif Khitbah), diterangkan pengertian syar’i (al-ma’na asy- yar’i) dari khitbah sebagai berikut.

التماس الخاطب النكاح من المخطوبة أو من وليها

“[Khitbah adalah] permintaan menikah dari pihak laki-laki yang mengkhitbah kepada perempuan yang akan dikhitbah atau kepada wali perempuan itu.” (Mughni Al-Muhtaj, 3/135).

Dari definisi tersebut, jelaslah bahwa seorang laki-laki boleh hukumnya mengkhitbah perempuan secara langsung kepadanya tanpa melalui walinya. Boleh juga laki-laki tersebut mengkhitbah perempuan tersebut melalui wali perempuan itu. Dua-duanya dibolehkan secara syar’i dan dua-duanya termasuk dalam pengertian khitbah. Keduanya dibolehkan karena terdapat dalil-dalil As-Sunnah yang menunjukkan kebolehannya.

Dalil bolehnya laki-laki mengkhitbah perempuan secara langsung tanpa melalui walinya, adalah hadits riwayat Ummu Salamah RA, bahwa dia berkata :

“Ketika Abu Salamah meninggal, Rasulullah SAW mengutus Hathib bin Abi Baltha’ah kepadaku untuk mengkhitbahku bagi Rasulullah SAW…” (Arab : lamma maata Abu Salamata arsala ilayya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama Haathiba ‘bna Abi Balta’ah yakhthubuniy lahu shallallahu ‘alaihi wa sallama). (HR Muslim).

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa Rasulullah SAW langsung mengkhitbah Ummu Salamah RA, bukan mengkhitbah melalui wali Ummu Salamah RA.

Sedang dalil bolehnya laki-laki mengkhitbah perempuan melalui walinya, adalah hadits riwayat Urwah bin Az-Zubair RA, dia berkata :

“Bahwa Nabi SAW telah mengkhitbah ‘Aisyah RA melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq RA…” (Arab : anna an-nabiyya shallallahu ‘alaihi wa sallama khathaba ‘A’isyata radhiyallahu ‘anhaa ilaa Abi Bakrin radhiyallahu ‘anhu) (HR Bukhari).

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa Rasulullah SAW telah mengkhitbah ‘Aisyah RA melalui walinya, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. (Lihat Syaikh Nada Abu Ahmad, Al-Khitbah Ahkam wa Adab, hal. 3).

Perlu kami tambahkan, dalam mengkhitbah dibolehkan seorang laki-laki mewakilkan kepada orang lain untuk mengkhitbah, sebagaimana dibolehkan pula laki-laki itu sendiri yang mengkhitbah (tanpa mewakilkan). (Lihat Yahya Abdurrahman, Risalah Khitbah, Bogor : Al-Azhar Pess, 2007, hal. 177).

Kebolehan ini didasarkan pada keumuman dalil-dalil wakalah (akad perwakilan), di samping diperkuat pula dengan dalil-dalil As-Sunnah yang telah kami kemukakan di atas. Pada saat mengkhitbah Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW mengirim utusan (wakil) beliau yaitu Hathib bin Abi Baltha’ah RA. Adapun pada saat mengkhitbah ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak mewakilkan melainkan langsung mengkhitbah sendiri kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai wali ‘Aisyah RA.

Dengan demikian, jelaslah bahwa syara’ membolehkan khitbah disampaikan langsung kepada pihak perempuan atau disampaikan kepada wali perempuan itu. Wallahu a’lam [ ]

Yogyakarta, 13 Juli 2008

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: