Menkes Diganti Karena Lobi Industri Rokok?

[jurnalisme] Menkes diganti karena lobi industri rokok?

agustinus jojo raharjo

21 Okt (3 hari yang lalu)

kabar burung terhembus, sebagaimana dimuat vivanews.com, meski mereka juga mengaku kabar itu belum terkonfirmasi kebenarannya…

===

VIVAnews – Nama Nila Djuwita Moeloek tersingkir di detik-detik terakhir penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu II. Perubahan ini sangat mengejutkan. Kabar yang beredar dokter mata itu tidak lolos tes kesehatan. Jelas ini pukulan telak bagi Nila yang sempat menjalani tes uji kelayakan dan kesehatan pada Minggu dan Senin lalu.

Dari sejumlah calon menteri yang mengikuti tes ini hanya nama Nila saja yang tidak disebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengumumkan susunan kabinetnya pukul 22.00 WIB, Rabu 21 Oktober 2009.

“Ibu memang di dalam terus. Dia pesan kami tak banyak bicara,” kata salah satu pekerja di rumah Nila Moeloek di Kompleks Patra Kuningan, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2009.

Nila mengurung diri sejak kemarin. Wartawan yang menunggunya tadi malam tidak berhasil menemui guru besar Fakultas Kedokteran UI itu. Sebelum pengumuman kabinet, sejumlah karangan bunga sudah berdatangan ke rumah Nila. Namun tepat pukul 21.00 WIB, atau sejam sebelum pengumuman, karangan bunga itu dimasukkan ke dalam rumah.

Nila sendiri mendengar kabar namanya tidak masuk jajaran kabinet sejak kemarin siang. Pantauan VIVAnews di kediamannya hari ni terlihat sepi. Tidak banyak aktivitas yang terlihat.

Nama Nila terdepak dari daftar calon menteri dan digantikan Endang Rahayu Sedyaningsih, eselon II di Depkes. Banyak kabar yang berseliweran soal tidak masuknya Nila dalam daftar kabinet. Yang santer terdengar adalah karena alasan kesehatan. Kabar lainnya menyebutkan, Nila terdepak karena lobi kuat perusahaan rokok mengingat suaminya Farid Anfasa Moeloek merupakan ketua Komisi Nasional Anti Tembakau. Namun kabar terakhir ini belum dikonfirmasi kebenarannya.

“the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya..”

Sirikit Syah

21 Okt (3 hari yang lalu)

Ada dua kemungkinan kalau demikian:

1. Lobi industri rokok karena suaminya anti tembakau – dan kalau SBY pilih industri rokok, aduh!

2. Nila cuma korban skenario keji SBY (terbukti dia mengurung diri, bungkam, berarti dia bukan bagian skenario. dia terpukul).

Masalah kesehatan diserahkan ke tangan kaki tangan asing? Apa jadinya kesehatan bangsa Indonesia ke depan ????????

rahmad budi

22 Okt (3 hari yang lalu)

simpel Mbak Sirikit

Kita bakal menikmati vaksin dan obat formulasi asing yang telah berhasil

mengolahnya dari sampel2 virus/bakteri yang ada di Indonesia…

225 juta penduduk, pasar yang terlalu nikmat untuk dilewatkan….

miftahalzaman

22 Okt (2 hari yang lalu)

Bu, kok lebay sih … skenario keji SBY … Apa lagi itu Bu? … Skenario macam mana yg mau dijalankan SBY? … Buktinya apa kalau ada skenario? … Apa alasan SBY memperkeji Ibu Nila Moeloek ?? Apa alasannya? Apa karena dulu cintanya ditolak, jadi sekarang diperkeji dengan cara dipermalukan seperti itu ?? Dan apa betul kalau nggak jadi dipilih sebagai menteri itu berarti mempermalukan ?? Apa betul Menkes Endang itu kaki tangan asing … Jangan asal nuduh dong Bu …

John Edward Rhony

23 Okt (2 hari yang lalu)

Gambar tidak ditampilkan.

Tampilkan gambar di bawah ini – Selalu tampilkan gambar dari jerry_1606@yahoo.com

Lho, kok jadi anak ini yang sewot sih…?

Saya rasa mbak sirikit ga seperti itu deh

dia cuma bilang kemungkinan-kemungkinan kenapa Ibu Lila ga jadi diangkat jadi Menkes oleh SBY. Dan lagian, mbak Sirikit bilang kemungkinan itu juga mengomentari apa yang ditulis VivaNews. Sah-sah saja

Kenapa saya bilang begitu, karena ada beberapa kejanggalan yang terjadi dalam susunan KIB jilid II, terutama sekali soal Menkes itu

– Pertama, jadwal pengumunan KIB molor 12 jam lebih. Bisa jadi ini disebabkan adanya campur tangan orang di luar SBY

– Kedua, SBY ternyata tidak memasukkan nama Lila sebagai Menkes dengan alasan kesehatan, dan memasukkan Endang yang tanpa melalui prosedur seperti menteri lainnya, seperti tes kesehatan dan uji kelayakan

Jadi, rasanya, wajar saja kita ikut mencermati hal demikian. Ya toh….?

iwansams@gmail.com

23 Okt (2 hari yang lalu)

Wah, peran Miftahalzaman yang diberikan padanya memang untuk sewot kok bung, hehehehe …

Sebagian lagi berperan melakukan counter opinion. Lainnya diberi tugas menyindir-nyindir sana sini. Ada pula yang tugasnya melakukan ad hominem terhadap orang yang anti pemerintah.

Jadi sesuai skenario saja. Gak ada yang perlu diherankan. Milis jurnalisme memang salah satu target mereka dalam melakukan opinion battle.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: