Kaffahnya Islam dan Abdullah bin Salam

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kâffah, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (al-Baqarah[2]:208)

Ayat ini turun mengenai segolongan Muslimin Ahli Kitab seperti ‘Abdullâh bin Salâm dan kawan-kawan. Hal itu karena ketika mereka telah beriman kepada Nabi, mereka tetap mengagungkan syariat-syariat Mûsâ. Mereka mengagungkan hari Sabtu serta membenci daging dan susu unta. Mereka mengatakan, “Meninggalkan hal-hal tersebut hukumnya mubah di dalam Islam, tetapi hukumnya wajib di dalam Taurat. Karena itulah kami meninggalkannya sebagai bentuk kehati-hatian.”

Allah Ta’ala membenci hal tersebut dari mereka serta memerintahkan mereka agar masuk Islam secara kaffah, yaitu menjalankan syariat-syariat Islam secara keseluruhan dan tidak berpegang kepada hukum-hukum Taurat sedikit pun; baik beri’tiqad maupun beramal dengan, sebab Taurat telah dimansukh. Firman Allah: “Janganlah kalian ikuti langkah-langkah setan” maksudnya adalah janganlah kalian ikuti langkah-langkah setan dengan berpegang kepada hukum-hukum Taurat setelah kalian mengetahui bahwasanya Taurat telah dihapus. Orang-orang yang mengatakan hal ini menjadikan Firman Allah: {Kâffah} sebagai sifat dari kata al-Silm (Islam), seakan-akan dikatakan: masuklah ke dalam seluruh syariat Islam baik secara i’tiqâd maupun amal.

(Dikutip dari Kitab Tafsir Mafâtih al-Ghayb karya al-Râzî)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: