Debat Muslim vs Atheis Tentang Penciptaan

Ini adalah diskusi tentang keberadaan Sang Pencipta antara Karl Karnadi (atheis) dengan Ustadz Nidlol Masyhud (muslim) di milis [parapemikir] dalam thread berjudul Apakah Tuhan menciptakan alam semesta? – Penciptaan versi Indian, Cina, dsb yang dibuat oleh Karl Karnadi. Saya merapikan dan membuang beberapa peserta yang tidak berperan signifikan dalam jalannya diskusi. Semoga bisa diambil manfaatnya.

karl karnadi

05/05/08

Orang Indian (Amerika) percaya bhw manusia itu muncul dari gunung2 di amerika sana. Untuk detilnya hrs saya liat dulu di Wikipedia tentunya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Creation_myth

versi Indonesianya yg nggak lengkap (hanya Islam & Hindu):

http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos_penciptaan

Untuk legenda Cina: pd awalnya ada telur, telur tersebut pecah (tiba2) jd dua, kemudian Pangu lahir. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pangu).

“Pada mulanya langit dan bumi kacau tanpa bentuk, Pangu lahir pada langit dan bumi kacau tanpa bentuk tersebut. Setelah 18.000 tahun, Pangu memakai sebuah kapak membelah langit dan bumi. Yang ringan dan terang naik ke atas menjadi langit; yang berat dan suram turun ke bawah menjadi bumi. Pangu takut langit dan bumi akan bergabung kembali, maka ia berdiri menahan langit dan bumi. Langit setiap hari naik 10 mistar, Pangu juga setiap hari bertambah tinggi 10 mistar. Setelah 18.000 tahun kemudian, Pangu meninggal dan organ tubuhnya menjadi berbagai barang di alam semesta ini: badannya berubah menjadi pegunungan, darahnya mengalir membentuk sungai, ototnya berubah menjadi tanah yang subur, sumsum tulangnya berubah menjadi mineral, giginya berubah menjadi batu permata, kulit dan bulu badannya berubah menjadi berbagai tanaman…”

Catatan: Jangan ketawa2 wkt baca cerita ini. Orang2 Cina penganut taoisme bisa ketawa2 juga kalau mereka dengar cerita Adam dan Hawa versi Islam & Kristen.

Karl K.

Nidlol Masyhud

07/05/08

Kepercayaan mengenai kemunculan manusia dari gunung itu secara logika adalah mustahil, jika yang dimaksudkan adalah kemunculan mandiri. Tapi jika yang dimaksudkan adalah kemunculan hasil penciptaan oleh “Creator, the One Who Lives Above”, maka ini logis. Tinggal kita bicara pada kebenaran penceritaan detail proses. Sumbernya penelitiannya yang memungkinkan tentu saja dua: informasi valid, atau pengamatan empiris. Tanpa salah satu dari dua sumber epstema ini, cerita itu statusnya belum jelas.. bisa benar, dan bisa juga salah.

Mengenai legenda Cina (versi cerita Anda), kemustahilannya terletak pada pemecahan telur yang tiba-tiba. Ini jelas mustahil.. sebab secara ontologis, setiap symmetry breaking hanya bisa terlaksana jika memang ada operator eksternalnya. Ia tidak bisa terjadi secara spontan tanpa kausa.

karl karnadi

08/05/08

Jadi jika Tuhan jd aktornya (pemecah telur, pencipta telur, pembuat manusia – dari gunung), maka anda bisa bilang bhw legenda Cina & Indian tsb mungkin benar?. Bgmn dgn legenda Israel (adam & hawa), tentunya sama2 mungkin benar?.

Nidlol Masyhud

08/05/08

Pada dasarnya, dua-duanya mungkin benar dan mungkin salah jika memang masih berupa legenda. Kita hanya bisa memastikan bahwa dua-duanya tidak mungkin sama-sama benar sekaligus.

Kata-kata “pada dasarnya” ini maksudnya seperti yang saya jelaskan sebelumnya, yaitu sebelum adanya pembuktian informatif atau pembuktian empiris. Sebuah informasi yang secara logis mungkin benar dan mungkin salah, hanya bisa dikonfirmasi atau difalsifikasi dengan pembuktian informatif atau pembuktian empiris. Itu dua jalurnya.

karl karnadi

08/05/08

Ahaa.. anda yg di email satunya bilang Allah 100% pasti ada kan. Kenapa anda tidak bilang bhw Allah mungkin ada/ tidak karena masih berupa legenda. Ataukah ada pembuktian seperti yg anda bilang, yg membuktikan bhw Allah, bukan Tuhan pencipta telur, yg menciptakan alam semesta?.

Nidlol Masyhud

08/05/08

Saya mustahil bilang Allah Ta’ala itu masih legenda. Karena jelas-jelas itu kesimpulan logika. Apa mungkin saya akan bilang bahwa 1+1=2 adalah legenda sehingga masih mungkin benar? Apa mungkin saya akan bilang bahwa “mustahilnya besi yang diam menjadi brankas secara tiba-tiba” adalah juga sebuah legenda yang masih mungkin benar dan mungkin salah? Apa mungkin saya mengatakan bahwa “dua hal yang bertentangan itu mustahil terjadi bersamaan” juga sebagai sekedar sebuah legenda yang mungkin benar dan mungkin salah?

Come on..!

karl karnadi

09/05/08

Allah sebagai pencipta dunia itu jelas tidak sama dengan 1 + 1 = 2.

Apa dasar logika anda sehingga bisa menyejajarkan Allah dengan 1 + 1 = 2?.

“Logika” apa jg yg anda pakai, juga bisa digunakan untuk mendukung keberadaan Zeus, dll. Karena itu “logika” tsb kurang kuat untuk dapat mengistimewakan Allah dibanding Tuhan2 lainnya.

Nidlol Masyhud

09/05/08

Keberadaan Sang Pencipta bahkan lebih mendasar daripada 1+1=2. Nilai ontologisnya barangkali setara dengan “saya ada”. Sesuatu yang sama sekali tidak bisa diingkari, sebab sudah ada secara inheren dalam batin setiap manusia. Memang ada beberapa orang yang melupakan fitrah ini.. tapi di saat-saat super mencekam, seperti ketika pesawatnya mau jatuh, fitrah ini akan kembali bangkit dan tergugah.

Tanyalah pada nurani anda sendiri, anda itu berasal dari mana dan bagaimana kekuatan dan kesadaran anda itu bisa muncul? Apakah mungkin kekuatan dan kesadaran itu muncul begitu saja sendirinya tanpa ada yang menciptakan?

Setiap hari anda memiliki banyak keinginan-keinginan, baik yang kemudian terlaksana maupun tidak. Tanya: dari mana keinginan itu muncul? Tidak muncul anda sendiri yang menciptakannya, sebab untuk ‘mencipta’, anda butuh keinginan lagi dst. Pastilah ada pihak luar maha kuasa yang menciptakan keinginan itu untuk anda di dalam diri anda. Sebab tidak mungkin keinginan itu diciptakan oleh nothing.

Nah, sekarang secara rasional adalah terserah.. anda mau menyebut ‘Sang Pencipta’ itu dengan nama apa saja. Yang penting karakteristiknya harus jelas, yaitu Maha Kuasa dan Maha Sempurna. Sebab jika tidak, maka bagaimana mungkin dia bisa menciptakan hal-hal yang sedemikian canggihnya? Mustahil.

karl karnadi

10/05/08

Argument from design. Pertanyaan mengenai bgmn kita manusia bisa ada, bgmn bisa banyak jenis binatang dan tumbuh2an di bumi, bahkan kekuatan dan kesadaran kita, kita sudah punya penjelasan yg cukup bagus dari science. Pengetahuan2 tsb sudah tersedia, tentunya apakah anda akan berusaha cari tahu lebih dulu, atau anda akan menolak mentah2 pengetahuan2 tsb, adalah hak anda sendiri.

Apakah krn penjelasan dengan “Tuhan” lebih gampang dimengerti berarti penjelasan tsb lebih bagus?.

Tentunya sama saja dgn bila ada pisang goreng di meja yg lenyap wkt kita pergi ke toilet, trus kita bilang hantu yg ambil. Ada berbagai kemungkinan spt ada kucing masuk, atau ada teman kita/ pasangan kita yg “mencuri” pisang goreng tsb, semua dilenyapkan dengan penjelasan “hantu”.

Kembali pada keberadaan manusia dan alam semesta, kenapa manusia terdiri dari berbagai macam ras?. Kenapa kita lebih mirip dengan hewan2 tertentu (spt simpanse), dan jauh berbeda dgn hewan2 yg lain (tikus). Kenapa banyak binatang memiliki jantung, 2 mata, hidung, telinga?, tp ada jg binatang2 yg tidak punya. Kenapa “desain” tubuh manusia tidak sempurna? (usus buntu yg sm sekali tidak berguna, tulang ekor, puting pd pria, dsb).

Pada titik tertentu saya hrs berhenti dalam memperkuat argumen2 saya sebelum saya mengulang2 hal2 yg sama dan kita jd debat kusir (yg mana sama sekali tidak berguna dan berusaha saya hindari). Point yg mau saya sampaikan adalah ada dunia pengetahuan yg luas di luar apa yg anda ketahui, dan di luar apa yg saya ketahui. Pilihan anda sendiri untuk puas dgn pengetahuan anda sekarang, atau mengejar yg lebih lagi.

Nidlol Masyhud

13/05/08

Salah. Yang saya sebutkan bukan hanya ‘argument from design’. Meskipun argumen itu sendiri juga sangat valid.

Perkataan panjang lebar anda ini tidak memberikan jawaban yang kita inginkan. Sebab segala penjelasan sains itu hanyalah penjelasan-penjelasan proses yang juga masih butuh penjelasan final lagi. Karena tentu saja proses-proses itu tidak akan terjadi kecuali dioperatori oleh entitas dengan kemampuan dan posisi ontologis yang lebih dari posisi entitas-entitas di alam ini.

Penyebutan anda terhadap kasus pisang goreng sama sekali tidak relevan, dan itu menunjukkan bahwa poin yang berkali-kali saya sampaikan kemarin belum juga anda tangkap. Saya bicara tentang “satu-satunya jawaban yang mungkin”, tapi anda mengira saya sedang bicara tentang “meringkas jawaban” atau “memilih salah satu jawaban dari sekian banyak jawaban yang mungkin”.

Apalagi pertanyaan-pertanyaan anda berikutnya yang berbunyi “mengapa” itu. Sama sekali tidak relevan dengan topik kita.

Semoga anda berkenan merenungkannya.

karl karnadi

13/05/08

Pertanyaan2 saya:

“Kembali pada keberadaan manusia dan alam semesta, kenapa manusia

terdiri dari berbagai macam ras?. Kenapa kita lebih mirip dengan

hewan2 tertentu (spt simpanse), dan jauh berbeda dgn hewan2 yg lain

(tikus). Kenapa banyak binatang memiliki jantung, 2 mata, hidung,

telinga?, tp ada jg binatang2 yg tidak punya. Kenapa “desain” tubuh

manusia tidak sempurna? (usus buntu yg sm sekali tidak berguna, tulang

ekor, puting pd pria, dsb).”

Bertujuan untuk menunjukkan bhw pertanyaan2 menarik tsb tidak dijelaskan sm sekali oleh Argument From Design. Tapi bisa kita jelaskan dgn baik menggunakan ilmu biologi khususnya evolusi.

Pernyataan2 anda: “satu-satunya jawaban yang mungkin” & “proses-proses itu tidak akan terjadi kecuali dioperatori oleh entitas super spt Tuhan” tentunya butuh bukti. Anda tidak bisa saja lgs klaim demikian tanpa bukti. Bahkan kita hrs bicara detail realitasnya.

Anda tahu kalau terciptanya alam semesta 15 milyar tahun lalu dgn mekanisme yg dinamakan Big Bang?. Bahkan adanya macam2 atom2 dan proses2 terbentuknya seluruh alam semesta dapat terjadi secara natural. Saya bisa membahas berikutnya mengenai Big Bang bila anda mau, tapi mungkin anda akan menanyakan apa yg ada sebelum Big Bang. Itu masih kita teliti, ada bbrp hipotesa yg belum terbukti sehingga blm bisa kita klaim sbg kebenaran (multiverse, dsb).

Ironis sekali, selama ilmuwan2 fisika meneliti mengenai alam semesta slm ratusan tahun terakhir, banyak orang hanya berbekal kitab karangan abad 1/ abad 7, menggunakan kata “Tuhan” dan mengklaim telah menjelaskan semuanya.

Ada banyak jawaban yg mungkin, dan “Tuhan” adalah salah satunya. Untuk memindahkan sesuatu dari kemungkinan menjadi kebenaran, kita butuh bukti, bukti yg konkret dan yg bisa kita diskusikan, validasi, dan revisi.

Karl K.

Nidlol Masyhud

15/05/08

1. Petanyaan2 “mengapa” itu bukan tema yang sedang kita bahas. Pertanyaan2 “mengapa” itu terkait dengan “alasan”. Sementara kita tidak sedang membahas alasan, kita sedang membahas “pelaku”. Jadi tolong fokus… Kalau mau buat tema baru, bikinlah judul baru.. biar tidak merusak alur pembicaraan. Apalagi, beberapa isi pertanyaan itu juga tidak betul.

2. Mekanisme Big-Bang hanya teori.. belum sebagai sebuah fakta. Sayapun tidak pernah berangkat dari poin itu, kenapa anda larikan ke sini..? Lagi pula, teori big-bang (kalau benar) justru sangat menunjukkan adanya Sang Pencipta. Sebab singularitas tanpa energi, tanpa massa, tanpa volume, tanpa waktu.. itu sama saja dengan ‘nothing’. Dan sebuah nothing tidak mungkin menciptakan sebuah ledakan pada sebuah titik yang juga sama-sama nothing.. pada momen tanpa durasi waktu yang juga berarti nothing!

Anda lihat.. kepercayaan terhadap big-bang justru berkongklusi pada “satu-satunya pilihan logis” yang kemarin saya singgung. Dan tidak mungkin Sang Pencipta itu Nyi Roro Kidul, sebab ia baru terlahir jauh-jauh hari setelah big-bang. ini jelas!

3. Anda pingin bukti bahwa proses-proses natural itu niscaya dioperatori oleh Sang Maha Pencipta? Ini lucu. Saya kan sudah jelaskan sebelumnya dengan proyeksi logis.. bahwa jawaban untuk proses ini ada dua (atau tiga). Kalau yang dua absurd, maka hanya tinggal satu jawaban saja yang benar dan tidak mungkin tidak.

Jawaban I : Proses2 itu terjadi sendiri tanpa sebab (diciptakan oleh nothing) atau bahkan menciptakan dirinya sendiri (‘ada sebelum ada’).

Jawaban II : Proses-proses itu dilakukan oleh entitas-entitas yang setara atau lebih lemah (–> absurd)

Jawaban III : Proses-proses itu dilakukan oleh entitas yang Maha Kuasa.

Jelas toh? Kalau tinggal satu pilihan, kenapa masih belum bisa diterima..?

Ironis sekali.. kita bicara soal “operator”, anda malah bicara panjang lebar soal “proses” yang sudah diteliti pada saintis. Ga nyambung.

karl karnadi

16/05/08

Pembahasan saya mengenai science bermaksud menunjukkan bhw berlebihan bila anda mengklaim hanya ada satu kemungkinan jawaban yg bisa menjelaskan semua mister alam semesta. Sebagian besar kita belum tahu, kenapa kita harus mengklaim sudah memecahkan semua misteri alam semesta dgn kata “Tuhan”?.

Kedua, kalau kita berandai2 bisa muncul kemungkinan yg lain. Bgmn dengan keberadaan Tuhan?. Apakah Tuhan tidak pernah tercipta?. Sudah ada dari dahulu kala & tidak pernah tercipta?.

Ganti kata “Tuhan” dgn “proses2 alam semesta”. Kita bicara spesifik: Apa istimewanya Allah versi Qur’an dibanding Big Bang dan proses alam semesta sblm itu?. Apakah krn citra Allah sbg sosok mirip manusia tapi super?.

Sekarang Allah sbg pencipta Big Bang. Apakah anda yakin Allah yg di Qur’an adalah Allah yg memulai Big Bang. Apakah di Qur’an disebut atau dibuka kemungkinan utk adanya Big Bang? (Bukannya Allah menciptakan alam semesta dlm bbrp hari)

Sekarang, anda blm tahu banyak mengenai Big Bang dan kemudian menyimpulkan itu hanya teori (hanya spekulasi?). Apakah semua teori science yg tidak tercantum di Qur’an adalah hanya spekulasi?. Apakah anda pikir semua peneliti di universitas2 di dunia itu hanya maen tebak2an?.

Kesimpulan: Saya tidak menutup kemungkinan akan adanya Tuhan (ntah Allah atau Zeus), selalu saja ada kemungkinan untuk hal2 apapun. Tetapi dari kemungkinan menuju kebenaran dibutuhkan bukti. Bukti tersebut bukan diperoleh dari duduk2 dan berteori, melainkan turun ke lapangan, misalnya dalam Big Bang: mengirimkan satelit yg menangkap gelombang2 yg secara langsung membuktikan adanya Big Bang.

“Tuhan” merupakan penjelasan yg kelihatannya simpel & cepat. (Tuhan sbg Yang Pertama, dan spt tukang sihir yg menciptakan segalanya. Tapi apakah itu benar2 penjelasan?. Seberapa jauh kita bisa mengetahui proses pembuatan alam semesta?. Seberapa jauh kita bisa mengetahui karakteristik Tuhan? (dari kitab buatan abad ke 7?).

Anda bebas untuk menentukan jalan yg anda tempuh dalam memecahkan misteri (dalam hal ini keberadaan alam semesta). Anda menjelaskannya dgn kata Tuhan. Sampai saat ini, saya hanya mampu mengetahui sejauh Big Bang (terbentuknya galaxi2, black hole, bintang2 & planet2, jenis2 atom spt yg kita ketahui dari tabel atom). Apa yg ada sebelum itu?. Saya belum tahu. Dan saya tidak mengklaim untuk tahu.

Ada kemungkinan2 selain penjelasan menggunakan kata “Tuhan” (dgn demikian mensimplifikasi proses yg ada).

Ada banyak sekali kemungkinan Tuhan yg ada (Allah/Yahweh vs Dewa2 Yunani vs Dewa2 Cina).

Untuk mencari kebenaran di antara lautan kemungkinan tsb, saya mengutamakan penelitian, dgn metodologi sistematis yg terus menerus merevisi dirinya sendiri, science.

Karl K.

Nidlol Masyhud

16/05/08

— In parapemikir@yahoogroups.com, karl karnadi <karl_karnadi> wrote:</karl_karnadi>

>

> Pembahasan saya mengenai science bermaksud menunjukkan bhw

berlebihan bila anda mengklaim hanya ada satu kemungkinan jawaban yg

bisa menjelaskan semua mister alam semesta. Sebagian besar kita belum

tahu, kenapa kita harus mengklaim sudah memecahkan semua misteri alam

semesta dgn kata “Tuhan”?.

NdL : Anda salah besar. Pembahasan tentang Sains berbeda domain dengan pembahasan tentang Tuhan. Sains adalah kajian tentang detal proses. Sementara Teologi adalah kajian tentang kausa efektif.

Siapa pula yang mengklaim pemecahan semua misteri alam dengan kata Tuhan..? Anda ini kok bikin sendiri tokoh-tokoh khayalan lalu membantahi tokoh khayalan ini. Bung, Anda sedang diskusi dengan saya, bukan dengan orang imajinatif itu!

>

> Kedua, kalau kita berandai2 bisa muncul kemungkinan yg lain. Bgmn

dengan keberadaan Tuhan?. Apakah Tuhan tidak pernah tercipta?. Sudah

ada dari dahulu kala & tidak pernah tercipta?.

>

NdL : Ya. Tuhan tidak pernah tidak ada, jadi misleading kalau ditanyakan “kapan Tuhan diadakan”?

> Ganti kata “Tuhan” dgn “proses2 alam semesta”. Kita bicara spesifik:

Apa istimewanya Allah versi Qur’an dibanding Big Bang dan proses alam

semesta sblm itu?. Apakah krn citra Allah sbg sosok mirip manusia tapi

super?.

NdL : Big-Bang adalah proses, dengan Tuhan Yang Maha Kuasa adalah subyek. Anda tahu perbedaan antara proses dengan subyek?

>

> Sekarang Allah sbg pencipta Big Bang. Apakah anda yakin Allah yg di

Qur’an adalah Allah yg memulai Big Bang. Apakah di Qur’an disebut atau

dibuka kemungkinan utk adanya Big Bang? (Bukannya Allah menciptakan

alam semesta dlm bbrp hari)

NdL : Kemungkinan untuk Big-Bang memang terbuka. Tapi dengan satu syarat : Terjadi dalam domain waktu. Syarat ini bukan hanya ada di Al-Quran, tapi juga di Logika. Sebab tidak mungkin ada proses tanpa ada properti efisiennya (waktu, subyek, obyek).

>

> Sekarang, anda blm tahu banyak mengenai Big Bang dan kemudian

menyimpulkan itu hanya teori (hanya spekulasi?). Apakah semua teori

science yg tidak tercantum di Qur’an adalah hanya spekulasi?. Apakah

anda pikir semua peneliti di universitas2 di dunia itu hanya maen

tebak2an?.

>

NdL : Teori memang masih berada dalam rumpun ‘spekulasi’. Tapi bedakan antara teori dengan hipotesa awal. Ingat, yang saya gunakan itu terma ‘teori’!

Tapi Big-Bang yang terjadi sebelum/bersamaan dengan adanya “waktu & energi” absolut, tentu saja bukan teori dan bukan juga spekulasi. Tapi dongeng yang sangat tidak logis!

> Kesimpulan: Saya tidak menutup kemungkinan akan adanya Tuhan (ntah

Allah atau Zeus), selalu saja ada kemungkinan untuk hal2 apapun.

Tetapi dari kemungkinan menuju kebenaran dibutuhkan bukti. Bukti

tersebut bukan diperoleh dari duduk2 dan berteori, melainkan turun ke

lapangan, misalnya dalam Big Bang: mengirimkan satelit yg menangkap

gelombang2 yg secara langsung membuktikan adanya Big Bang.

>

NdL : Sayangnya, anda masih malas untuk berpikir mengenai Tuhan memakai logika. Anda masih sibuk bicara soal proses, padahal bukan itu tema diskusi kita kali ini.

> “Tuhan” merupakan penjelasan yg kelihatannya simpel & cepat. (Tuhan

sbg Yang Pertama, dan spt tukang sihir yg menciptakan segalanya. Tapi

apakah itu benar2 penjelasan?. Seberapa jauh kita bisa mengetahui

proses pembuatan alam semesta?. Seberapa jauh kita bisa mengetahui

karakteristik Tuhan? (dari kitab buatan abad ke 7?).

NdL : “Diciptakan oleh Tuhan” tentu saja bukan jawaban untuk pertanyaan : “Bagaimana detail prosesnya?”. Memangnya siapa yang pernah berkata begitu sampai anda sibuk membantah-bantah sesuatu yang ga pernah ada yang mengatakannya ini..? * bingung mode : ON *

>

> Anda bebas untuk menentukan jalan yg anda tempuh dalam memecahkan

misteri (dalam hal ini keberadaan alam semesta). Anda menjelaskannya

dgn kata Tuhan. Sampai saat ini, saya hanya mampu mengetahui sejauh

Big Bang (terbentuknya galaxi2, black hole, bintang2 & planet2, jenis2

atom spt yg kita ketahui dari tabel atom). Apa yg ada sebelum itu?.

Saya belum tahu. Dan saya tidak mengklaim untuk tahu.

>

NdL : See above!

> Ada kemungkinan2 selain penjelasan menggunakan kata “Tuhan” (dgn

demikian mensimplifikasi proses yg ada).

>

> Ada banyak sekali kemungkinan Tuhan yg ada (Allah/Yahweh vs Dewa2

Yunani vs Dewa2 Cina).

>

> Untuk mencari kebenaran di antara lautan kemungkinan tsb, saya

mengutamakan penelitian, dgn metodologi sistematis yg terus menerus

merevisi dirinya sendiri, science.

>

NdL : Gimana mau meneliti secara sistematis. Lha wong diajak bicara tentang A ngejawabnya malah permasalahan di B. Diajak bicara soal karakteristik, ngejawabnya soal nama. Diajak bicara soal operator,

mgejawabnya soal proses. Mau lanjut ga diskusi ini…?

karl karnadi

16/05/08

1). Pernyataan saya: sebagian misteri alam semesta contohnya terjadinya Big Bang, adalah belum terpecahkan, dan kita tidak perlu mengklaim untuk sudah memecahkan dgn kata Tuhan. Pernyataan anda: misteri tsb terpecahkan, Tuhan lah operator awalnya.

2). Tujuan saya membahas proses tentunya untuk mengetahui siapa operator sebenarnya, dan apakah benar ada operator yg digambarkan spt di Qur’an, atau ternyata bentuknya lain.

 

Nidlol Masyhud

17/05/08

1. Anda masih bermimpi dan asal fitnah kalau bilang saya mengatakan bahwa detail proses Big-Bang akan terjawab dengan mengatakan “dicipta oleh Tuhan”. Tunjukkan satu kalimat dari saya yang berbunyi begitu!

Ingat.. saya itu saya, bukan yang ada di imajinasi anda!

2. Sayangnya, yang anda usut adalah detail prosesnya, bukan karakteristik operatornya yang secara logis ataupun empiris mampu melakukan proses semacam itu.

Coba.. di sana ada titik singularitas yang tanpa volume dan tanpa energi. Apakah mungkin entitas semacam ini melakukan kerja “Big-Bang” pada dirinya sendiri secara mandiri..?

Beri saya alasan ontologis dan alasan empirisnya untuk jawaban anda!

karl karnadi

18/05/08

” teori big-bang (kalau benar) justru sangat

> > menunjukkan adanya Sang Pencipta. Sebab singularitas tanpa energi,

> > tanpa massa, tanpa volume, tanpa waktu.. itu sama saja dengan

> > ‘nothing’. Dan sebuah nothing tidak mungkin menciptakan sebuah

ledakan

> > pada sebuah titik yang juga sama-sama nothing.. pada momen tanpa

> > durasi waktu yang juga berarti nothing!

> >

> > Anda lihat.. kepercayaan terhadap big-bang justru berkongklusi pada

> > “satu-satunya pilihan logis” yang kemarin saya singgung.”

1). di atas ini

2). karakteristik operator dapat kita validasi dan verifikasi lewat penelitian prosesnya.

Nidlol Masyhud

18/05/08

1. Terima kasih sudah menunjukkan di mana letak fitnah anda terhadap saya. Di kutipan itu saya bilang “big-bang menunjukkan adanya Sang Pencipta”, tapi di fitnah anda anda bilang “misteri tsb terpecahkan,

Tuhan lah operator awalnya”.

2. Dengan proses yang seperti itu, mungkinkah operator Big-Bang adalah Nyai Roro Kidul yang belum lahir? Atau energi dan ‘hukum alam’ yang belum ada? Ataukah ‘nothing’ yang memang tidak pernah ada?

Silakan diverivikasi.

karl karnadi

19/05/08

1). Saya bilang kita hanya tahu sejauh “Big Bang” sebelumnya kita belum tahu, dengan kata lain awalnya/ sebelum Big Bang adalah misteri yg belum terpecahkan, dan anda bilang “big-bang menunjukkan adanya Sang

Pencipta”. Apakah menurut anda sebelum Big Bang adalah misteri atau tidak?.

2). Kita blm tahu apa wujud alam sblm Big Bang, ilmuwan2 kita sedang cari tahu. Tentunya segala kemungkinan ada, tp kita tidak mengklaim kemungkinan tsb sbg kebenaran sblm kita tahu pasti

Nidlol Masyhud

21/05/08

1. Jangankan “sebelum Big-Bang”, Big-Bang-nya saja masih misteri. Tapi apanya yang misteri? Yang misteri adalah detail prosesnya. Sedangkan jawaban “diciptakan oleh Tuhan (baik secara langsung maupun tidak)” itu jawaban untuk prima operatornya. Bedakan dong!

2. Anda masih bilang “Tentunya segala kemungkinan ada”. Apa betul menurut anda Nyi Roro Kidul itu mungkin menciptakan Big-Bang? Apa betul menurut anda “nothing” itu bisa menciptakan “something”? bahkan “everything”..?

karl karnadi

22/05/08

1). Kalau prosesnya misteri tentunya bagaimana kita mau validasi operatornya.

2). Tentu saja bisa saja kita bilang bhw Nyi Roro Kidul itu kekal dari dulu ada (Nyi Roro Kidul versi modern). Kita jg bisa bilang Zeus itu kekal. Tapi tentunya bermain2 dalam dunia kemungkinan tidak akan membantu kita memecahkan masalah. Karena itu saya lebih suka berkutat dalam kenyataan bukan kemungkinan (hal2 yg dapat kita ketahui secara akurat adalah nyata).

Nidlol Masyhud

22/05/08

1. Detail Proses boleh misteri, tapi gambaran umumnya kan udah dapet.. dentuman besar, penciptaan ruang-masa, pelahiran energi, gerak perluasan.. dst. Dari sini kan mudah divalidasi karakteristik operatornya.

2. Kalau Nyi Rorok Kidul dan Kang Zeusnya dipaksakan Kekal dan Maha Kuasa, ya itu sama saja Anda sudah sampai pada kesimpulan “Tuhan” tapi masih malu-malu mengakui. Sehingga anda masih ngeyel di urusan nama.

Berat banget ya mengakui keniscayaan Tuhan? Sehingga bahkan setelah mengakui pun masih pake nama yang lain?

(BINGUNG MODE : ON)

karl karnadi

24/05/08

1). Yang anda sebut tsb tentunya sudah mrpk detail proses dari Big Bang, dimana bahkan pembuktiannya pun sudah lmyn mantap. Jadi bagian mana dari Big Bang yg anda sebut misteri?. Dan bgmn dari Big Bang karakter operatornya divalidasi? (dari detik pertama Big Bang prosesnya berjalan natural tanpa intervensi siapa pun).

2). Anda tidak baca kalimat saya setelahnya?.

Tapi tentunya bermain2 dalam dunia kemungkinan tidak akan

membantu kita memecahkan masalah. Karena itu saya lebih suka berkutat

dalam kenyataan bukan kemungkinan (hal2 yg dapat kita ketahui secara

akurat adalah nyata)

Saya jelas tidak percaya akan Zeus dan Nyi Roro Kidul sbg Tuhan, tapi ada orang lain yg percaya demikian.

Apakah itu mungkin? Iya. Tapi apakah itu benar? Tidak, tidak ada bukti.

Nidlol Masyhud

25/05/08

1. Misterinya ada pada dua hal. Pertama, bukti2 yang dikumpulkan ga spesifik hanya memberikan pilihan “teori Big-Bang”, tapi juga terbuka untuk teori-teori yang lain. Jadi masih misteri, sebab belum pasti dan pilihannya masih banyak. Ini beda dengan pembicaraan Teologi yang secara logis hanya berujung pada 1 pilihan. Misteri kedua ada pada detail prosesnya. Tidak ada sampelnya di alam raya ini yang menunjukkan bahwa energi bisa muncul secara tiba-tiba dari tiada-energi (ingat Termodinamika I).

Nah, anda tanya “bgmn dari Big Bang karakter operatornya divalidasi?” Ya jelas! Secara logis, nothing tidak bisa menciptakan something. Something pun tidak bisa diciptakan oleh sesuatu yang sederajat dengannya. Coba tunjukkan kalau ada manusia yang bisa menciptakan manusia lainnya secara sengaja (bukan dengan menunggunya berproses secara natural di tabung).

2. Saya sudah baca. Tapi kalimat anda itu paradoks. Sebelumnya anda bilang “Tentu saja bisa saja kita bilang bhw Nyi Roro Kidul itu kekal dari dulu ada”. Ini kan artinya anda hanya mengakui bahwa Nyi Roro Kidul itu “mungkin/bisa” menjadi Pencipta jika memang ia Kekal. Kalau tidak kekal, maka mustahil ia menjadi pencipta. Ya kan? Ngaku dong!

Diedit kembali oleh Shofhi Amhar [shofhi.amhar@gmail.com] pada 16 Dzulhijjah 1432 H/11 November 2011

33 responses to this post.

  1. Atheis? itu melawan fitrah manusia. Ikuti tulisan saya di:
    http://nontondunia.com/2011/06/11/atheis-itu-melawan-fitrah/

    Balas

  2. Posted by HQm on 26/02/2012 at 15:39

    kalo dengerin emang oke… tapi kalo baca… capek juga ya….🙂

    Balas

  3. Posted by Islam Kritis anti Fanatisme buta menyesatkan on 15/07/2012 at 02:37

    ustadnya goblok, dongok, daya tangkap lemah. bisa dipastikan IQ nya cuma mencapai 1 digit, nggak lebih. bikin malu aja, mencoreng nama Islam! bahkan saya yang Islam pun gerah, kok si ustad emosian begitu tapi apa yg dikatakan ngalor ngidul kemana2. semoga saja para ateis itu ga menertawakan kita atas kebodohan ini😥

    Balas

    • Posted by Amhari on 06/03/2013 at 04:44

      Kelak komentar yang tidak bermutu semacam ini tidak akan di-approve. Tidak ada nilai argumentasinya sama sekali. Hanya bermodal menggoblok-goblokan tidak akan menaikkan derajatnya menjadi seorang yang menggunakan akal, bung. Komentar Anda saya approve sekedar sebagai contoh bagi yang lain agar tidak berkomentar sedungu Anda.

      Balas

    • Posted by aho on 03/10/2013 at 20:33

      bagian mana dri perkataan ustad it yg bodoh… jgn2 anda yg bodoh ga mngerti perkataan ustad… nah itulah jawaban seorang intelek bung

      Balas

  4. Posted by Rovam on 15/07/2012 at 08:02

    “Terciptanya manusia dari telur itu mustahil, tapi terciptanya manusia dari tanah lempung itu masuk akal”

    Komentar paling munafik. Kenapa juga tanah lempung MASIH BANYAK kalau manusia itu tercipta dari tanah lempung? Sejak awal Nidlol Masyud ini menganggap “Tidak ada agama lain selain agama saya yang paling benar,” kendati dia tidak memahami agama-aama lain dengan mitos yang berbeda-beda dengan teori penciptaan yang sama-sama tidak masuk akal dengan miliknya.

    Munafik sekali

    Balas

    • Posted by Amhari on 06/03/2013 at 04:41

      Wow… Anda masih bisa melihat emas mentah meski banyak sekali orang yang membuatnya sebagai perhiasan! Silakan Anda datangkan mitos-mitos yang Anda maksudkan, kemudian sandingkan dengan akidah rasional yang diajarkan Islam. Munafik adalah mengaku Islam di dalam lisan, tetapi hatinya ingkar.

      Balas

  5. Posted by Studens Philosophiae on 15/07/2012 at 08:12

    Konon, pertukaran pandangan ini terjadi pada awal-awal keateisannya mas Karl.

    Balas

  6. Posted by Candu on 15/07/2012 at 22:20

    Tuhan itu kosa kata baru, muncul tahun 1733 di dalam Alkitab (bible) terlengkap pertama yg berbahasa Melayu.

    Tuhan adalah konsep imaginer. ia ada sebatas hayalan atau dongeng di kepala manusia.
    Ada tuhan batasnya banyak, misalnya : tuhan ga mampu eksis masuk dalam logika manusia, tuhan ga mampu menyelamatkan manusia dari kematian, tuhan ga mampu menjaga agar keseimbangan alam tetap kondusif bagi makhluk hidup dengan adanya polusi, tuhan ga mampu menghentikan hukum alam dlsb terutama karena syarat utama untuk itu semua adalah terlebih dahulu tuhan harus eksis.

    Beribu-ribu tuhan, yang tercatat bisa dilihat pada http://www.godchecker.com untuk Pascal Wager🙂

    Tuhan tidak bermain dadu -Einstein.

    Balas

    • Posted by Amhari on 06/03/2013 at 04:37

      Sebagai orang yang pede sekali bahwa Tuhan itu tidak ada, Anda tampak tak mengajukan satu bukti pun. Apakah ini: “tuhan ga mampu eksis masuk dalam logika manusia”? Itu mau Anda sebut argumen logis? Atau yang ini: “tuhan ga mampu menyelamatkan manusia dari kematian”? Hei, semoga Anda tidak mengalami ketakutan menjelang sakaratul maut, lebih-lebih setelah dibangkitkan kelak. Tetapi lebih dulu Anda harus beriman. Kembali ke pertanyaan: Mana argumentasi Anda? Semua yang Anda sampaikan sepenuhnya ceracau yang tidak jelas.

      Balas

  7. Posted by Candu on 15/07/2012 at 22:34

    Kebanyakan saya melihat kaum SWAG itu “kebingungan membedakan” antara:

    >> Ada bukti bahwa alam semesta itu ada
    dan
    >> Ada bukti tuhan pencipta alam semesta itu ada

    Ini sangat umum terjadi, contoh lainnya:

    penjara=bebas
    kelaparan=latihan berbahagia
    bau mulut=bau surga
    dongeng=hidup sebenarnya
    hidup yang nyata=tipuan saja

    DLSB

    Seandainya saja tuhan islam memang ‘ADA’, maka saya senang hati memilih masuk ke neraka-nya

    Balas

    • Posted by Amhari on 06/03/2013 at 04:32

      Anda tampak kebingungan memahami tentang: Apa itu bukti? Lalu bagaimana rasionalitas Anda bisa berjalan jika demikian?

      Balas

  8. Posted by justice on 09/08/2012 at 16:30

    TUHAN hanya sebuah dekripsi dari suatu bentuk yang kekal dan abadi yang dibuat oleh seseorg supaya kita tidak bertanya-tanya lagi akan “siapa yang menciptakan kita ? siapa yang menciptakan langit dan bumi ?” serta misteri alam semesta yang sulit di jangkau oleh pemikiran manusia itu sendiri maka dari itu dibuatlah dekripsi tersebut,
    AGAMA adalah suatu budaya turun menurun atau pedoman supaya kita menjadi org yang baik, tapi tanpa AGAMA pun bisa kita menjadi org yang baik asalkan kita dapat adaptasi menjadi orang yang baik tanpa bimbingan agama itu sendiri.. contoh y seseorg atheis stephen hawking yang menurut saya dia tidak salah jalan,, tapi dia hanya mencari kebenaran dan dia telah menemukan jawaban tersendiri dari akal y yaitu atheis, serta kita juga harus menghargai pemikiran para atheis itu sendiri karna belum tentu kita BENAR..
    “apakah dengan doa kita dapat menghentikan putaran bumi ?” jika bisa maka lakukan lah sekarang !!

    Balas

    • Posted by Amhari on 06/03/2013 at 05:37

      //TUHAN hanya sebuah dekripsi dari suatu bentuk yang kekal dan abadi yang dibuat oleh seseorg supaya kita tidak bertanya-tanya lagi akan “siapa yang menciptakan kita ? siapa yang menciptakan langit dan bumi ?” serta misteri alam semesta yang sulit di jangkau oleh pemikiran manusia itu sendiri maka dari itu dibuatlah dekripsi tersebut, //

      Pernyataan di atas adalah dongeng yang berulang-ulang dikemukakan oleh para pengingkar untuk melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan. Pertanyaan “Siapa yang menciptakan kita?”, “Siapa yang menciptakan langit dan bumi?” adalah sesuatu yang alami, muncul dari fitrah manusia. Pertanyaan itu memerlukan jawaban. Atheis tidak bisa melakukannya. Karenanya mereka lebih memilih untuk menuduh bahwa peyakin Tuhan adalah mengada-ada.

      //AGAMA adalah suatu budaya turun menurun atau pedoman supaya kita menjadi org yang baik, tapi tanpa AGAMA pun bisa kita menjadi org yang baik asalkan kita dapat adaptasi menjadi orang yang baik tanpa bimbingan agama itu sendiri..//

      Jujur adalah kebaikan. Jujur mengakui kelemahan diri sendiri dan ada Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan manusia, alam semesta, dan kehidupan ini adalah pangkali segala kebaikan. Sementara mengingkari-Nya adalah puncak keburukan.

      //contoh y seseorg atheis stephen hawking yang menurut saya dia tidak salah jalan,, tapi dia hanya mencari kebenaran dan dia telah menemukan jawaban tersendiri dari akal y yaitu atheis,//

      Sejak awal dia hidup di lingkungan atheis. Tidak heran jika setelah menjadi ilmuwan dia masih atheis dan menggunakan sains sebagai dalih keatheisannya. Padahal dia menghadapi bukti-bukti paling penting untuk menghancurkan kesombongannya itu. Tetapi dia memilih tetap bersikap sombong.

      //serta kita juga harus menghargai pemikiran para atheis itu sendiri karna belum tentu kita BENAR..//

      Atheisme sama sekali merupakan pemikiran yang salah, sesat dan menyesatkan.

      //”apakah dengan doa kita dapat menghentikan putaran bumi ?” jika bisa maka lakukan lah sekarang !!//

      Berdoa adalah permintaan manusia kepada Allah. Dialah yang berhak menentukan jenis doa mana yang akan Dia kabulkan dan mana yang tidak. Memangnya Anda siapa sehingga merasa berhak menentukan apa yang harus dilakukan Tuhan?

      Balas

  9. ini mungkin jawaban buat anda
    Oleh Harun Yahya

    Balas

  10. Posted by orang biasa on 22/08/2012 at 22:41

    Biarkan Tuhan langsung yang memberi penjelasan… kalau cuma ustad yg jelasin masih diragukan kebenarannya… Wong katanya “Serba Maha” pasti dia bisa jelasin sendiri apa yg diragukan terhadapnya… Satu lagi, Isro’ Mi’roj itu dongeng, legenda atau apa?????? Berikan penjelasan secara ilmiah ya Ustad, saya pernah nanya sama Tuhan secara langsung tapi nggak pernah dijawab….

    Balas

    • Posted by Amhari on 06/03/2013 at 04:18

      Tentu Tuhan bisa memberi penjelasan secara langsung, tetapi tidak Dia lakukan. Memangnya Anda siapa, sehingga merasa berhak berkomunikasi dengan Tuhan secara langsung? Penjelasan manusia yang tidak “Serba Maha” sudah sedemikian gamblang dan meyakinkan, apalagi yang Anda cari? Para pengingkar tidak akan percaya meski Tuhan turun sendiri. Meski seribu bukti dibentangkan ke hadapan mereka, orang yang tak mau mendengar tetap akan menuli.

      وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

      Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

      Those who do not know say, “Why does Allah not speak to us or there come to us a sign?” Thus spoke those before them like their words. Their hearts resemble each other. We have shown clearly the signs to a people who are certain [in faith].

      http://quran.com/2/118

      Balas

  11. Posted by rafles on 29/09/2012 at 01:20

    smua.y msuk akal…. confuse mode-on sperti yg kang MN ktakan. hehe
    tp yg sya twu TUHAN itu m.bwa kta k.dlm kbenaran, k.baikan.. smua positif. sedang big bang tdk m.bangun karakter atw attitude d.dlm khidupan sya.. mgkn statement sya trlalu mnyimpang dgn ap yg d.bhas ttg k.tdk.beradaan TUHAN olh kang KK.

    Balas

  12. Posted by ISLAM JALAN YANG LURUS on 04/11/2012 at 08:43

    ATHEIS GOBLOK

    Balas

  13. Posted by ciang santang on 29/06/2013 at 07:47

    atheis tidak berakal?

    Balas

    • Posted by Amhari on 29/06/2013 at 09:03

      ya. mereka tidak menggunakan akal mereka dengan baik untuk mengenali kebenaran yang paling asasi. itulah mengapa mereka dikatakan tidak berakal.

      Balas

  14. Posted by budi on 25/08/2013 at 17:32

    Pokoknya jelas kalau di dunia ini pasti ada penciptanya. 1.Kenapa para Ateis bisa percaya kalo bumi dan jagad raya ini tak ada penciptanya??? Sedang mobil dan motor ada penciptanya kata mereka :jangan samakan alam dan benda buatan. Anyway meskipun begitu tetap saja mereka tak akan bisa menciptakan alam. Minta lah pada seluruh ilmuwan di dunia untuk menciptakan nya. 2 . kata mereka tanpa agama pun manusia bisa berbuat baik. Anyway apa landasan mereka berbuat baik? Kebaikan memerlukan landasan nya untuk melakukan sesuatu jika tak ada landasan ibarat mobil tanpa bensin.

    Balas

  15. Posted by Rainbow on 24/10/2013 at 14:56

    Dimana saya bisa bertemu dengan ustadz nidlol? Ada akun facebook resmi miliknya?

    Balas

    • Posted by Amhari on 14/12/2013 at 05:34

      Ada. Silakan add akun Babanya Shofia. Tetapi belum tentu beliau mau menerima permintaan pertemanan dari seseorang yang belum beliau kenal.

      Balas

  16. Posted by bobi on 13/11/2013 at 14:31

    ustad amhari, jikalau manusia sudah bisa pindah planet,muslim harus sholat berapa waktu? misalnya siang datangnya 1 tahun sekali di galaksi itu. terus menghadap kemana? jika memang kewajiban sholat adalah 5 waktu sehari, tentu semuanya akan berbeda bukan?

    Balas

    • Posted by Amhari on 14/12/2013 at 05:33

      Persoalan fikih seperti itu menjadi tanggungjawab mujtahid. Dan mujtahid tidak berkewajiban untuk menjawab persoalan yang realitasnya belum ada. Jadi, buktikan dulu bahwa umat manusia bisa hidup di planet lain dalam waktu yang lama. Saat itulah, Anda bisa tanyakan kepada salah seorang mujtahid yang ada di antara kaum muslimin.

      Balas

  17. Posted by Pengamat fenomologi agama on 25/11/2013 at 01:12

    Analisis saya cuma bisa mengatakan bahwa Karl Karnadi bicara bahwa Tuhan itu BISA JADI objek / subjek (Pengandaian: apakah dia memiliki gambar dan rupa seperti manusia ataukah dia rupanya hanya sebuah partikel kecil). Makanya dia tidak mau langsung mengklaim bahwa penciptaan adalah oleh TUHAN.

    Sedangkan Ustad Nihol langsung to the point bahwa penciptaan itu adalah oleh TUHAN. Sehingga Tuhan adalah subjek.

    Yang dipertanyakan Karl adalah darimana bisa dikatakan bahwa dia adalah subjek?

    Balas

    • Posted by Amhari on 14/12/2013 at 05:29

      Debat ini sedang membincang penciptaan itu sendiri, ada atau tidak. Kalau Karl Karnadi kan menolak adanya penciptaan. Itu sebenarnya yang didebat oleh Ustadz Nidlol. Adapun penciptaan itu oleh Tuhan atau tidak, ya pasti oleh Tuhan. Wong Tuhan yang dimaksud oleh Ustadz Nidlol adalah Sang Pencipta itu sendiri. Maka, jika Karl Karnadi sepakat adanya penciptaan, dia pasti (secara logis) sepakat adanya Sang Pencipta. Sang Pencipta inilah yang disebut Tuhan oleh Ustadz Nidlol. Terlepas dari bagaimana penjelasan selanjutnya tentang Tuhan itu.

      Adapun pembahasan objek dan subjek dalam diskusi ini, tidak dimaksudkan seperti yang Anda katakan, melainkan lebih kepada pembahasan keabsahan suatu pengetahuan dalam kaitannya dengan subjektivitas dan objektivitas. Apakah pengetahuan yang objektif itu tidak melibatkan subjek dalam mengenalinya? Ini yang dipertanyakan oleh Ustadz Nidlol kepada Karl Karnadi yang tidak mendapat jawaban.

      Balas

      • Masalahnya si objek/tuhan itu sendiri tidak bisa dilihat..apakah karl salah dengan pertanyaan jujurnya itu???hmmmm…ni yg disebut ACINTYA..dlm agama hindhu.salah satu sifat Tuhan adalah.tidak bisa dipikirkan oleh indria/indra pikiran yg brsifat materi..Tuhan itu bersifat trasedental rohani yang pisah dari alam materi tapi dlm waktu yg sama Tuhan adalh penguasa alam semesta yg bergerak ataupun yg tidak bergerak..trus pertanyaannya bagaimana mungkin kita dapat mengungkap misteri Tuhan hanya dengan mengandalkan pikiran kita??!!!!!

      • Posted by Amhari on 17/12/2014 at 22:50

        Diskusi ini tidak membicarakan misteri Tuhan, melainkan tentang keberadaannya.

  18. Posted by tablo on 10/12/2013 at 22:36

    Big Bang Itu artinya Ledakan Besar !!! Kenanya ke mn? Apa ke Bumi? Bagai mana terbentuknya bumi? apakah dari Ledakan Besar Itu Apakah Sebelum Ledakan Itu Bulan Sudah Ada? Jangan Mendefinisikan Hal seperti itu!!! sehingga kamu percaya ATEIS Proses terjadinya itu hanya perkiraan saja!!! Semuanya hanya perkiraan saja atau hanya di kira kira menurut penelitian? Siapa yng meneliti? Manusia kn? Kenapa anda tidak percaya kabah? Bagai mana Proses terjadinya kabah?…kenapa kabah tidak di teliti?… Pakai akal Dooong Bagai mna Proses Membuat Computer? Bagai mn Proses Membuat Transistor IC ..

    Balas

    • Posted by Amhari on 14/12/2013 at 05:21

      Saya tidak begitu paham apa yang ingin Anda sampaikan, pak Tablo. Sebaiknya Anda perjelas.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: